• Senin, 23 Mei 2022

Gaji Jadi Kades Tak Cukup Penuhi Kebutuhan Hidup, Alasan Bapak dan Anak di Pandeglang Maling Duit Dana Desa

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:12 WIB
Mantan Kades Sodong, Kecamatan Saketi, Pandeglang, Sukmajaya Tersangka Maling Dana Desa/Akarsari.com
Mantan Kades Sodong, Kecamatan Saketi, Pandeglang, Sukmajaya Tersangka Maling Dana Desa/Akarsari.com

Akarsari.com - Alasan bapak dan anak maling duit dana desa di Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, terungkap.

Sukmajaya alias SJ yang merupakan mantan Kades di desa Sodong melakukan korupsi dana desa tahun 2019 bersama dengan anaknya yang juga merupakan Kaur Keuangan Desa Sodong, Yogi.

Sukmajaya mengaku terpaksa melakukan korupsi dana desa karena gaji sebagai Kades tak cukup penuhi kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga: Bapak dan Anak Kompak Maling Duit Dana Desa, Kini Ditahan di Polres Pandeglang

Ditambah menurut SJ, di desa nya banyak kegiatan kemasyarakatan. Seperti pengajian rutin setiap bulan dan hajat masyarakat, sehingga gaji Rp2,5 juta per-bulan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Namanya di desa banyak kegiatan, contohnya pengajian setiap bulan dan hajatan, sementara kita gajian tiga bulan sekali. Belum lagi kebutuhan-kebutuhan rumah tangga, anak kuliah," katanya, Rabu 27 Oktober 2021.

Sukmajaya mengklaim pembangunan fisik yang didanai oleh dana desa selalu dibangunkan. Namun jika ada pemeriksaan dari BPK tidak sesuai itulah hasil pembangunanya.

Baca Juga: Begini Cara Bapak dan Anak Maling Dana Desa di Pandeglang; Kurangi Fisik Bangunan dan Tilep Duit Pemberdayaan

"Kalau kegiatan fisik selalu dilaksanakan, kalau BPK menilai pembangunnanya kurang, itulah hasilnya," jelasnya.

Sementara Yogi mengatakan, uang dana desa yang dikorupsi digunakan untuk menutupi pajak bumi dan bangunan (PBB) yang memiliki tunggakan.

Halaman:

Editor: Atiah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X