• Senin, 23 Mei 2022

"Jalan Pulang" Karya RA Yopi Hendrawan yang Ekplorasi Tubuh dan Ingatan Sukses Memukau Penonton

- Kamis, 11 November 2021 | 21:48 WIB
Teater "Jalan Pulang" Karya RA Yopi Hendrawan ditampilkan, teater ini mengekplorasi tubuh dan ingatan./istimewa
Teater "Jalan Pulang" Karya RA Yopi Hendrawan ditampilkan, teater ini mengekplorasi tubuh dan ingatan./istimewa

Akarsari.com - Sutradara Karya Inovatif Jalan Pulang, RA Yopi Hendrawan Utoyo berhasil menggabungkan spirit performance art sebagai salah satu metode latihan dalam proses kekaryaan peristiwa Jalan Pulang.

Pertunjukan teater yang digelar di Kampung Lame, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang
selama tiga hari dari Senin sampai Rabu 8 - 11 November 2021 ini sukses memukau hati penonton.

"Metode itu yang kemudian membantu para aktor untuk mengembangkan gagasan-gagasan dalam mengeksplorasi adegan-adegan yang menjadi peristiwa," kata Yopi.

Baca Juga: Penerima BPUM di Pandeglang Banten Heran, Pencairan BLT UMKM Rp 1,2 Juta Harus ke Bank BRI Jawa Tengah

Metode yang dipakai Yopi itu berhasil memberi kebebasan pada para aktornya dalam mengeksplorasi ingatan tubuh dan memori mereka yang sangat beragam untuk ditransformasikan ke dalam adegan sebagai peristiwa yang juga membangkitkan ingatan para penontonnya.

Teater modern dengan dialog minikata memfokuskan eksplorasi laku gerak tubuh para aktornya dalam mengantarkan masyarakat penontonnya untuk bebas menginterpretasikan Jalan Pulang.

“Sebuah sudut pandang baru bagi kami bahwa tubuh seorang aktor dapat memberikan sebuah pesan atau gambaran terhadap suatu peristiwa dan itu sangat menarik, terlebih dari itu dekorasi panggung/artistik menimbulkan keindahan yang lebih dan sangat berpengaruh terhadap pementasan,” kesan Adam Nurjaman dari Teater Hardiwinangun yang hadir selama tiga hari sebagai penonton.

Baca Juga: Penemuan Mayat Telanjang di Hotel Pandeglang Raya Masih Misterius, Polisi Temukan Obat Kuat di Tempat Sampah

Bentuk pertunjukan partisipatoris membuat aktor dapat berinteraksi dan menjadikan penontonnya sebagai bagian dari peristiwa. Salah satu penonton, Stephanus Widjanarko sampai menitikkan air mata karena haru saat Lifi Chaevy Febrian membersihkan kakinya yang becek karena lumpur dan melibatkannya sebagai bagian dari suatu peristiwa Jalan Pulang.

“Saya tidak menyangka diperlakukan seperti itu, saya paham kalau aktor sedang membawa saya ke ingatannya tentang pulang dan rasanya berbakti kepada orang tua, tapi tidak mengira kalau bisa sampai sejauh itu,” kesan Stepanus Widjanarko dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Tradisi yang dihadirkan oleh para aktor, dari permainan masa kecil, nyanyian, sampai ritualnya, merupakan peristiwa yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Termasuk, kidung Ayun Ambing yang dinyanyikan Sitti Rifa'atul Mahmudah, kidung yang biasa dinyanyikan seorang ibu untuk meninabobokan anaknya yang juga digunakan dalam ritual siraman, memicu ingatan para penontonnya terhadap kenangan masa kecilnya.

Halaman:

Editor: Atiah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X