• Kamis, 30 Juni 2022

Contoh Naskah Khutbah Idul Adha Terbaru dengan Tema Menyambut Hari Raya Idul Adha

- Rabu, 22 Juni 2022 | 07:58 WIB
Contoh Khutbah Idul Adha 2022  (Freepik)
Contoh Khutbah Idul Adha 2022 (Freepik)

Akarsari - Artikel ini berisi contoh naskah Khutbah Idul Adha dengan tema Menyambut Idul Adha yang bisa disampaikan khatib.

Tidak lama lagi umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Pada hari itu pula dilaksanakan shalat Idul Adha kemudian penyembelihan hewan qurban.

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, umat Islam yang mampu dianjurkan untuk melaksanakan ibadah qurban.

Baca Juga: Bolehkah Qurban untuk Orang yang Telah Meninggal? Buya Yahya Menjawab Boleh Tapi dengan Syarat Ini

Dikutip Akarsari.com dari laman khotbahjumat.com, berikut adalah naskah khutbah Idul Adha dengan tema Menyambut Idul Adha.

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ يَقْضِيْ بِالْحَقِّ وَالْعَدْلِ وَيَهْدِيْ مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ ، يُقَدِّرُ اْلأُمُوْرَ بِحِكْمَةٍ ، وَيَحْكُمُ بِالشَّرَائِعِ لِحِكْمَةٍ وَهُوَالْحَكِيْمُ اْلعَلِيْمُ ، أَرْسَلَ الرُّسُلَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ، وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ اْلكِتَابَ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَااخْتَلَفُوْافِيْهِ ، وَلِيَقُوْمَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَيُؤْتُوْا كُلَّ ذِيْ حَقٍّ حَقَّهُ مِنْ غَيْرِغُلُوٍّوَلاَتَقْصِيْرٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَمَ تَسْليمًا

Ma’aasyiral muslimin wal muslimaat

Sidang shalat ‘Id yang berbahagia!

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah yang telah melimpahkan kepada kita nikmat yang begitu banyak. Saking banyaknya nikmat yang diberikan, sehingga jika kita menghitung nikmat-nikmat-Nya tentu kita tidak akan sanggup menghitungnya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita syukuri nikmat-nikmat tersebut agar nikmat tersebut tidak dicabut dan bahkan diberikan keberkahan sehingga bertambah. Sebaliknya, jika kita kufuri nikmat-nikmat tersebut, seperti tidak mau mengakui nikmat tersebut berasal dari Allah atau menggunakan nikmat-nikmat tersebut untuk bermaksiat kepada-Nya, maka cepat atau lambat, Allah akan mencabutnya ditambah lagi dengan dicatat sebagai dosa.

Halaman:

Editor: Lainy Ahsin Ningsih

Sumber: khotbahjumat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X