• Senin, 23 Mei 2022

Jemaah Indonesia Boleh Berangkat ke Tanah Suci, Tapi Biaya Umrah Diperkirakan Naik 15-25 Persen

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 01:59 WIB
Biaya Umrah Diperkirakan Naik 15-25 Persen/saudigazette
Biaya Umrah Diperkirakan Naik 15-25 Persen/saudigazette

Akarsari.com - Jemaah Indonesia dizinkan untuk melangsungkan ibadah umrah saat pandemi COVID-19. Namun, biaya umrah diperkirakan naik 15 persen sampai 25 persen karena kebijakan baru di tengah pandemi COVID-19.

Kementerian Agama pernah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 777 Tahun 2020 tentang Biaya Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah Referensi Masa Pandemi.

Dalam KMA tersebut ditetapkan bahwa besaran biaya penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah referensi masa pandemi sebesar Rp26juta.

Baca Juga: Pemberangkatan Jemaah Haji Indonesia Belum Ada Kejelasan, Kemenag 'Rayu' Dubes Arab Saudi di Jakarta

Kenaikan biaya umrah itu di luar kewajiban calon jemaah untuk melakukan tes PCR dan karantina yang diberlakukan, baik di bandara kedatangan maupun di bandara keberangkatan.

Sekjen Kemenag Nizar berpesan agar Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah segera melakukan penyesuaian harga referensi.

“Umrah di masa pandemi, perlu penyesuaian harga referensi umrah. Harga referensi itu harus dihitung cermat dan detail,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip Akarsari.com, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: PT KAI Tunda Pengumuman Lulus Seleksi Administrasi Rekrutmen Eksternal tingkat SLTA, D3 dan S1

Menurut Nizar, ada sejumlah faktor yang berpengaruh dalam penyusunan harga referensi.

Dia mencontohkan, keharusan PCR Swab yang menjadi syarat perjalanan internasional tentu akan berdampak pada penambahan biaya.

Halaman:

Editor: Atiah

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X